Rabu, 01 Desember 2010

UKM pada kota Mojokerto

Dinas Koperasi dan UKM Kota Mojokerto sebagai pelaksana Pendidikan Dan Pelatihan Penggunaan Program Sistem Informasi Akuntansi Koperasi ini mengundang 50 peserta yang merupakan perwakilan dari 25 KSP dan USP Koperasi di Kota Mojokerto yang masing-masing mendelegasikan 2 orang, jadi total 50 orang peserta. Adapun tim pengajar adalah 2 orang instruktur Armadillo dari Radian Multi Prima dan 1 orang Widyaiswara Balatkop Malang.

Pelatihan yang telah dibuka oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Mojokerto ini dilaksanakan pada tanggal 22 sampai dengan 25 juni 2009 yang bertempat di laboratorium komputer SMPN 9 Kota Mojokerto dan dilaksanakan setiap harinya mulai jam 8 pagi sampai jam 4 sore.
Pelaksanaan pelatihan ini dilatarbelakangi oleh masalah sosialisasi peraturan Menteri Negara Koperasi dan UKM No.19 Tahun 2008 tentang pedoman pelaksanaan usaha simpan pinjam oleh koperasi, peraturan Menteri Negara Koperasi dan UKM No.20 Tahun 2008 tentang Pedoman penilaian kesehatan koperasi simpan pinjam dan unit simpan pinjam koperasi dan peraturan Menteri Negara Koperasi dan UKM No.21 Tahun 2008 tentang Pedoman pengawasan koperasi simpan pinjam dan unit simpan pinjam koperasi dengan harapan agar proses pelatihan tersebut lebih efektif dan optimal maka pelatihan dilaksanakan lah dalam dua gelombang karena jumlah perangkat komputer yang ada tidak bisa mengakomodasi seluruh peserta jika dilaksanakan satu gelombang saja. Selain itu, diharapkan agar peserta bisa saling melengkapi pengetahuan yang diperoleh rekan se-koperasi yang juga mengikuti pelatihan pada gelombang yang berlainan.

Dalam pendidikan dan pelatihan UKM ini peserta memperoleh berbagai pengetahuan tentang menjalankan akuntansi koperasi terkomputerisasi menggunakan program Armadillo Simpan Pinjam. Selain itu, pengetahuan akuntansi mengenai setup daftar akun/perkiraan, perbandingan metode bunga pinjaman accruel dan cash-basis, perhitungan bunga pinjaman flat, rc, dan efektif, penghitungan bunga simpanan metode saldo minimum dan saldo rata-rata, juga dipelajari ulang dan diulas penerapannya dalam komputer akuntansi.

Peserta diharapkan bisa lebih memahami tentang pentingnya komputerisasi akuntansi pada koperasi. Kemudahan dalam pelaporan dan efisiensi pembukuan diharapkan dapat menghindarkan koperasi terhadap kesalahan pancatatan manual yang sering terjadi karena validitas entry menjadi mudah dilacak jika diketahui ada kesalahan.
Team dari Armadillo juga mempresentasikan produk terbarunya pada hari terakhir, yaitu SMS Banking Koperasi. Dengan program ini, nasabah koperasi bisa mengetahui saldo simpanan dan sisa pokok pinjamannya dengan mudah melalui media SMS. Peserta pelatihan juga mencoba langsung implementasi dari SMS Banking Koperasi ini dengan mendaftarkan nomornya pada database Armadillo kemudian melakukan pengecekan saldo melalui SMS.






UKM pada kegiatan ekonomi rakyat

Usaha Kecil dan Menengah atau disingkat UKM merupakan istilah yang mengacu pada jenis usaha kecil yang memiliki kekayaan bersih paling banyak atau maksimal Rp 200.000.000, tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha.

Menurut Keputusan Presiden RI no. 99 tahun 1998 pengertian Usaha Kecil adalah Kegiatan ekonomi rakyat yang berskala kecil dengan bidang usaha yang secara mayoritas merupakan kegiatan usaha kecil dan perlu dilindungi untuk mencegah dari persaingan usaha yang tidak sehat.

Kriteria usaha kecil menurut UU No. 9 tahun 1995 :

1. Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp. 200.000.000,- tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha

2. Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp. 1.000.000.000,-

3. Milik Warga Negara Indonesia

4. Berdiri sendiri, bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang tidak dimiliki, dikuasai, atau berafiliasi baik langsung maupun tidak langsung dengan Usaha Menengah atau Usaha Besar

5. Berbentuk usaha orang perseorangan , badan usaha yang tidak berbadan hukum, atau badan usaha yang berbadan hukum, termasuk koperasi.

UKM Indonesia relatif lebih bisa bertahan lama dalam perekonomian yang tidak pasti dibandingkan dengan negara-negara maju di kawasan Asia Pasifik.

Usaha ini (UKM) semestinya bisa menjadi sentra usaha yang dapat diandalkan, mengingat kontribusinya terhadap perkembangan perekonomian bangsa cukup besar. Bahkan, kekuatan ekspor dibidang ini, selalu menunjuk pada angka yang selalu membanggakan.

Ribuan pelaku bisnis berkecimping disektor UKM, yang semestinya menjadi prioritas perhatian para petinggi negeri. sendiri. Pengakuan dan penghargaan terhadapnya hendaknya bukan hanya cerita atau sebatas apresiasi di atas kertas berupa piagam belaka.

beberapa hal yang menjadi kendala dalam perkembangan UKM saat ini :

  • Faktor upaya untuk mulai menciptakan produk itu dari nol, hal ini berkaitan dengan desain, artinya banyak para UKM kita yang masih meniru atau memperbanyak. Kondisi tersebut hamper 90 persen dan yang 10 persen adalah yang benar benar pencipta atau kreator.

  • Kurangnya penghargaan terhadap creator, baik dari masyarakat maupun pemerintah. Hal itu yang menyebabkan para pelaku bisnis malas untuk mendesain, karena penghargaan terhadap desainer ternyata masih kurang.

  • Birokrasi, pemerintah sepertinya tidak menangani sektor ini secara serius. Para pelaku bisnis disektro UKM mayoritas hanya tahu bagaimana memproduksi dan setelah itu menjual, oleh karena itu semestinya jangan dipersulit dengan berbagai birokrasi.

  • Marketing, hanya sekitar 10 sampai 20 persen saja dari para UKM yang mampu merambah pasar melalui teknologi internet. Kebanyakan masih menggunakan teknologi secara manual, yang menjadi kendala tersendiri dari pemasaran.

  • Permodalan terutama pada sektor perbankan, birokrasi dan kebijakan yang sepihak dari perbankan juga sangat menyulitkan UKM. kendala lain adalah tingginya suku bunga.

  • Assosiasi atau kesadaran para pengrajin untuk berasosiasi masih kurang. Meski sesungguhnya asosiasi tersebut bisa bergerak dan membantu apabila anggota mau membangun untuk maju terlebih dahulu.

  • Promosi, masih banyak UKM yang menganggap promosi hanya membuang uang dan waktu. Padahal, ini faktor yang cukup penting.

  • Rendahnya membuat jaringan bisnis. Padahal, tanpa jaringan sebuah bisnis tidak akan berjalan.

  • Manajemen yang digunakan UKM masih sederhana dan perlu dikembangkan. Bahkan ada yang beranggapan manajemen hanya untuk perusahaan besar.







Karakteristik Sistem Informasi Akuntansi

yang membedakan karakteristik SIA dengan subsistem CBIS :
1.SIA melakasanakan tugas yang diperlukan .
2.Berpegang pada prosedur yang relatif standar.
3.Menangani data rinci.
4.Berfokus pada historis.
5.Menyediakan informasi pemecahan minimal.

yang membedakan SIA dengan SIM :
SIA mengumpulkan mengklasifikasikan, memproses, menganalisa dan mengkomunikasikan informasi keuangan sedangkan SIM mengumpulkan mengklasifikasikan, memproses, menganalisa dan mengkomunikasikan semua tipe informasi

2 komponen-komponen SIA
- Spesialis Informasi
- Akuntan


Contoh SIA sebagai pusat informasi perusahaan :
Bagian pemasaran mempertimbangkan untuk memperkenalkan jenis produk baru dalam jajaran produksi perusahaan, untuk itu bagian tersebut meminta laporan analisa perkiraan keuntungan yang dapat diperoleh dari usulan produk baru tersebut
Bagian SIA memproyeksikan perkiraan biaya dan perkiraan pendapatan yang berhubungan dengan produk tersebut, kemudian data yang diperoleh diproses oleh EDP. Setelah diproses hasilnya dikembalikan ke bagian SIA untuk kemudian diberikan ke bagian pemasaran. lalu kedua bagian tersebut berunding untuk mendapatkan hasil analisanya.


Dari contoh diatas dapat ditemukan 2 aspek yang berhubungan dengan sistem bisnis modern yaitu :
1.Pentingnya komunikasi antar departemen/subsistem yang mengarah untuk tercapainya suatu keputusan.
2.Peranan SIA dalam menghasilkan informasi yang dapat membantu departemen lainnya untuk mengambil keputusan.

Informasi Akuntansi yang dihasilkan oleh SIA dibedakan menjadi 2, yaitu :
informasi akuntansi keuangan, Informasi yang berbentuk laporan keuangan yang ditujukan kepada pihak extern.
Informasi Akuntansi Manajemen, informasi yang berguna bagi manajemen dalam pengambilan keputusan.

Didalam Akuntansi Manajemen terdapat dua komponen yang digunakan bagi perencanaan dan pengendalian perusahaan, yaitu :
1.Sistem Akuntansi Biaya
2.Sistem Budgeting

Sistem Akuntansi Biaya
 Digunakan untuk membantu manajemen dalam perencanaan dan pengawasan dari aktivitas pengadaan, proses distribusi dan penjualan
Budgeting
adalah proyeksi keuangan perusahaan untuk masa depan yang bermanfaat untuk menolong manajer dalam perencanaan dan pengawasan

Unsur-unsur yang dapat mempengaruhi penerapan SIA dalam perusahaan :
1.Analisa Perilaku
2.Metode kuantitatif
3.Komputer

Fokus terhadap sistem informasi akuntansi

Pada awal abad ke 20 pemakaian komputer terbatas hanya untuk aplikasi akuntansi dan menggunakan nama EDP yang merupakan aplikasi sistem informasi yang paling dasar didalam setiap perusahaan. Sekarang ini kita menggunakan istilah SIA atau sistem informasi akuntansi untuk menggantikan EDP.

Fokus Baru Pada Informasi Akuntansi
Konsep penggunaan komputer untuk mendukung sistem informasi akuntansi mulai diperkenalkan pada tahun 1964 oleh pembuat komputer. Konsep SIA atau sistem informasi akuntansi menyadari bahwa aplikasi komputer harus diterapkan untuk tujuan utama menghasilkan informasi akuntansi.

Fokus Revisi Pada Pendukung Keputusan SIA
Sementara SIA terus berkembang dalam menghadapi kelemahan-kelemahannya, muncul pendekatan baru dengan nama DSS, yaitu sistem penghasil informasi yang ditujukan pada suatu masalah tertentu yang harus dipecahkan oleh manajer.

Fokus Sekarang Pada Komunikasi
Penerapan OA (Office Automation) untuk memudahkan komunikasi dan peningkatan produktivitas diantara para manajer dan pekerja kantor lainnya melalui penggunaan alat-alat elektronik.

Fokus Potensial Pada Konsultasi
Pada saat ini sedang berlangsung gerakan untuk menerapkan Kecerdasan Buatan (AI) bagi masalah-masalah bisnis. Ide dasar dari AI adalah bahwa seperangkat komputer dapat diprogram untuk melaksanakan sebagian penalaran logis yang sama seperti manusia.

Konsep Sistem Informasi Akuntansi

Sistem adalah sekelompok elemen-elemen yang terintegrasi dengan maksud yang sama untuk mencapai suatu tujuan.

Elemen sistem :
Tidak semua sistem memiliki kombinasi elemen yang sama, tapi suatu susunan dasar adalah :Input, Transformasi, Output, Mekanisme Kontrol, Tujuan.

Jenis-jenis Sistem :
Sistem Lingkaran Terbuka  sistem yang tidak mempunyai elemen mekanisme kontrol dan tujuan.
Sistem Lingkaran Tertutup  sistem yang disertai oleh adanya elemen mekanisme kontrol dan tujuan.

Sifat Sistem ada 2, yaitu sistem terbuka dan sistem tertutup.
1.Sistem terbuka adalah Sistem yang dihubungkan dengan lingkungannya melalui arus sumberdaya.
2.Sistem Tertutup adalah Sistem yang sama sekali tidak berhubungan dengan lingkungannya.

Sistem Fisik : sistem yang terdiri dari sejumlah sumber daya fisik
Sistem Konseptual : sistem yang menggunakan sumberdaya konseptual (data dan informasi) untuk mewakili suatu sistem fisik.

Definisi Sistem Informasi Akuntansi

Yang dimaksud dengan Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah sebuah Sistem Informasi yang menangani segala sesuatu yang berkenaan dengan Akuntansi. Akuntansi sendiri sebenarnya sebuah Sistem Informasi.

Fungsi yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi antara lain :
1. Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
2. Memproses data menjadi into informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
3. Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.
4.Subsistem SIA memproses berbagai transaksi keuangan dan transaksi nonkeuangan yang secara langsung mempengaruhi pemrosesan transaksi keuangan.

Sistem Informasi Akuntansi terdiri dari 3 subsistem, yaitu :

a. Sistem pemrosesan transaksi
mendukung proses operasi bisnis harian.
b. Sistem buku besar/ pelaporan keuangan
menghasilkan laporan keuangan, seperti laporan laba/rugi, neraca, arus kas, pengembalian pajak.
c. Sistem pelaporan manajemen
yang menyediakan pihak manajemen internal berbagai laporan keuangan bertujuan khusus serta informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan, seperti anggaran, laporan kinerja, serta laporan pertanggungjawaban.

Usaha Kecil Menengah dalam pertumbuhan ekonomi

Pada tahun 1997, negara Indonesia mengalami krisis moneter yang menyebabkan perekonomian jatuh secara makro. Banyak perusahaan besar yang merupakan jantung perekonomian mengalami kebangkrutan, pabrik mengurangi pegawai, bahkan sampai stop beroperasi yang berimbas pada roda perekonomian mandek meski masih berputar.

ternyata pengusaha kecil dan menengah yang melakukan perputaran roda tersebut. Tidak bisa disangkal bahwa usaha kecil dan menengah (UKM) memang merupakan penyelamat bagi kita semua. Seperti yang dikatakan oleh Deputi Sekjen ASEAN Sundram Pushpanathan di Jakarta saat workshop mengenai prospek ekonomi Asia Tenggara dan Amerika Latin beberapa waktu lalu, sektor UKM perlu ditingkatkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi bagi negara. Sektor UKM disebut-sebut sebagai sektor yang tahan terhadap krisis ekonomi global dan mampu bersaing di pasar. Namun, sektor UKM perlu peningkatan kapasitas usahanya baik dari sisi finansial maupun dari sisi pengembangan teknologi informasi (TI) yang digunakan agar dapat bersaing dan berkompetisi di pasar global.

Peningkatan kapasitas TI merupakan salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan bagi usaha kecil dan menengah dan hal tersebut juga dapat menumbuhkembangkan roda usaha. Perkembangan TI sudah bergerak sangat cepat, baik dari sisi peranti keras (hardware) maupun peranti lunak (software) yang dapat membantu kinerja perusahaan.

Pada masa kini telah banyak perangkat lunak yang dikembangkan agar dapat membantu proses bisnis dengan melakukan penyimpanan informasi atau data dari aktivitas yang telah terjadi pada suatu perusahaan. Pada dasarnya penunjang pengambilan keputusan berdiri pada informasi atau data yang telah diolah sedemikian rupa. Informasi atau data memegang peran yang sangat penting dalam suatu perusahaan untuk mengetahui kegiatan apa yang telah terjadi dengan perusahaannya. Bisa juga sebagai basis evaluasi apakah kegiatan yang dilakukan telah sesuai dengan apa yang telah direncanakan? Untuk menjamin agar data tersebut dapat diolah secara efisien menjadi informasi yang akurat, dapat dipercaya, dan tepat waktu, dalam pengolahan data tersebut diperlukan suatu alat yang dinamakan sistem informasi. Salah satu sistem informasi yang sangat diperlukan bagi manajemen perusahaan untuk mengolah data administrasi dan keuangan adalah sistem informasi akuntansi.

Sistem informasi akuntansi atau SIA adalah sistem informasi yang mencakup proses dan prosedur pengelolaan informasi keuangan organisasi. Tujuan sistem informasi akuntansi adalah sebagai bahan pelaporan kepada pihak internal maupun eksternal perusahaan. Nantinya hasilnya akan dipakai dalam memenuhi kebutuhan penyajian pelaporan keuangan secara baik dan berkualitas. Dengan penggunaan sistem informasi ini, dihimbau agar dapat dilakukan pengawasan akuntansi/ keuangan dan pengendalian internal bagi pengusaha serta pertanggungjawaban terhadap penggunaan kekayaan organisasi dapat dilakukan dengan baik dan terkontrol.

Hal ini sangat penting diaplikasikan untuk meningkatkan daya saing UKM dalam menghadapi produk China dalam ACFTA yang baru saja diaplikasikan. Hal ini akan bersinggungan langsung dengan pemerintah-dalam hal ini Kementerian Negara Koperasi dan UKM (Kementerian Negara KUKM)-yang telah menerapkan empat program untuk meningkatkan UKM. Program-program tersebut.pertama, kebijakan kredit usaha rakyat (KUR) yang alokasinya Rp20 triliun per tahun dengan berbagai persyaratan yang dipe rmudah.Kedua,revitalisasi pasar tradisional.Ketiga, konsep onevillage one product (OVOP) atau satu kabupaten/kota memiliki satu produk unggulan.Keempat official training untuk pelaku KUKM.


http://www.mediacenterkopukm.com/detail-berita.php?bID=7107